Ngopi Cantik Lip Swatcher

by - September 27, 2019


Ngopi cantik #9, ngopcan bersama Beautiesquad. For the first time in forever.....young du du du in revolution.

Skip

Sangat bersemangat dan terima kasih serta bersyukur diberi kesempatan untuk sharing caring bagi para beauty enthusiast dalam hal lip swatch.

Dibuka dengan dissscusion time yang intim lebih dekat kepada member. Menghadirkan Rissa Lippielust sebagai narasumber, topik pembahasannya adalah Lipstick Swatching 101.

Tak kenal maka tak tahu, jadi siapa itu Rissa?

Bukan jurnal, horor. Nah Rissa menjalani Lippielust sudah 5 tahunan lebih. Mulai serius pada tahun 2014, namun sebenernya sudah suka swatching waktu Rissa masih kerja sebagai freelance graphic designer. Sekarang ini Lippielust adalah tim, ada yang berperan sebagai kreatif, finance, PR/Manager, videographer, dan soon akan ada photo retoucher juga.

Teh rissa sudah terkenal dikalangan para beauty enthusisat apalagi lip swatch-nya sangat ditunggu oleh para costumer, dikarenakan agar lebih tahu bagaimana penampilan lip untuk pembelian produk, 
sangat penting bukan menjadi konsumen yang cerdas.

Tentunya hal ini pasti dilakukan adanya inspirasi nah menurut teh rissa,

” Sudah pasti karena dulu susah banget ya untuk cari swatches lipstik di kulit Asia, khususnya Indonesia. Biasa beli lipstik, liatnya di kulit bule eh pas dipake zonk banget. Nah, dari situlah mulai seneng swatching lipstik. Sembunyi-sembunyi aja karena dulu ngerasa malu. Belum lagi efek dari bullying yang sampe sekarang juga masih kerasa efeknya. Dulu, Rissa pernah di-bully karena katanya bibirnya kaya piyo-piyo."

Tapi lama kelamaan, Rissa dapet support dari suami (saat itu masih pacar), karena swatching lipstick itu terasa relaxing dan surprisingly back then, banyak yang ngerasa swatches-nya bermanfaat. Tapi memang banyaknya followers Rissa justru dari luar negeri, terutama US dan Amerika Selatan karena mereka bisa relate betapa swatches saat itu sangat exclusive (banyaknya yang berkulit putih aja).”

Sangat menginspirasi bukan?

Terlihat mudah belum tentu sayang, kemudian pasti penasaran banget kan untuk pengerjaan, yuk simak apa jawaban dari teh rissa, “Kalau proses foto & editing, kalau ditotal itu bisa 3 hari atau lebih. Kalau sama scheduling & blog, bisa semingguan. Begini break downnya:

Contoh:
  1. Senin, fotografer produk foto produk dulu. Supaya tube-nya gak kotor. Dan kalau lipstik biasa (lipstik klasik) kan sayang ya kalau swatch duluan baru difoto produknya. Makanya, selalu dahulukan foto produk daripada foto swatches.
  2. Lanjut, Selasa foto arm swatches. Biasanya, kalau gak terlalu banyak, kita buatkan styled arm swatches (yang digambar), dan juga pastinya classic swatches. Ini juga bisa 1-3 brand, tergantung banyaknya warna.
  3. Lanjut, Rabu foto lip swatches 1 produk yang terdiri dari 5 warna. 5 warna masih aman, gak terlalu banyak tapi gak sedikit juga. Jadi di hari rabu itu, mbak Anggi (manajernya Lippielust) masukin jadwal aku untuk foto. Dalam 1 hari itu bisa 1-3 brand yang difoto, tergantung banyaknya warna.
  4. Setelah itu, Kamis, baru bisa bikin blog. Biasanya tim Lippielust kerjakan content ini minimal 1 minggu sebelum tayang. Biasanya Rissa, hari Kamis dan Jumat gak ke kantor, supaya bisa fokus edit foto dan juga bikin blog.”


Lanjut..........

Setiap job pasti ada waktu tertentu merasa bosan, dimaklumi dong sebagai makhluk hidup, terutama untuk juga binatang ada lho.

As content creator mostly job lip swatcher, menurut teh rissa  untuk mengatasinya? Ya gak ngelakuin apa-apa. Biasanya main game, jalan-jalan, makan, beres-beres rumah, atau tidur seharian. Konten di Lippielust itu 90% non-sponsored IG posts, jadi gak ada pengaruhnya juga kalau gak swatch/post apapun di IG.

Burnout itu bahaya, jadi kalau udah ngerasa capek mentally, ya istirahat. Gak perlu dipaksakan
Rissa pernah kok menghilang dari IG sampe 3 bulan kalo gak salah. Di tahun ini sampe 2 bulan, tahun lalu sebelum berhijab sekitar 3 bulanan menghilang. Sampe sekarang pun, Rissa kalau udah ngerasa jenuh, stop ngelakuin apapun. ide itu datengnya dari pikiran yang fresh, kalau pikiran kita sendiri udah capek, mental kita lagi gak bener, dipaksakan juga percuma.

Tentunya sebagai job pasti lebih seru ada tantangan. Pendapat teh rissa yaitu, “Kita bicarakan pas Rissa mulai, karena kalau sekarang, perspektifnya udah lain.

Source: lippielust

  • Kalau dulu, tantangan paling besar buat Rissa adalah... gimana caranya cari cahaya matahari yang bener-bener bagus. Karena gak ada ring light, gak ada kamera, modalku cuma PC dan Photoshop karena memang kerjaanku dulu adalah Graphic Designer, dan sedikit-sedikit bisa photo retouching. Rissa dulu tinggal di Sukabumi, kalau dulu sih aku bilang Sukabumi itu Islandia-nya Indonesia karena sepanjang tahun jarang banget ada matahari. Kalau ada matahari, paling cuma sejam-dua jam. Jadi ya itu salah satu tantangannya. Buatku, cahaya matahari adalah sumber lighting terbaik sampai sekarang. Bahkan sekarang peralatan lighting udah alhamdulillah lengkap, tetep kita pakai cahaya matahari juga supaya warna fotonya cantik.
  • Kedua, bibir harus bener-bener siap. Gak boleh pecah-pecah. Setiap kali bibir pecah-pecah, itu udah pasti fotonya ditunda. Ini sampe sekarang masih kaya gini.
  • Ketiga, kalau dapet produk lip formulanya susah banget dihapusnya ya, jujur itu bikin cape banget karena warna stainnya bener-bener nempel di bibir dan tangan.
Lalu........

Tools apa yang harus dimiliki jika ingin menjadi lip swatcher?

  • Keberanian. Karena gak jarang juga pengen coba lip swatching tapi gak pede. takut di-bully / judge, dll. Bener gak? Tapi serius sih... Dulu Rissa cuma pake kamera belakang hape. Pakai smartphone pun bisa kok. Apalagi smartphone jaman sekarang udah canggih-canggih. Nah kalau udah pakai kamera, mungkin kalian rata-rata udah pakai kamera ya..
  • Selalu gunakan tripod dan timer (kalau ada), belajar pose dari awal, supaya nantinya terbiasa dengan posenya.
  • Tools lainnya.. ya makeup tools aja semacam lipstick remover, sponge (kalau udah dihapus kan biasanya suka agak rusak tuh foundie), itu harus ada di jangkauan duduk kalian.
  • Oh yaa... kalau bisa duduk ya, karena biasanya lama.


Tidak ada tools spesifik sih untuk swatching, sebenernya gampang kok. Tapi setelah swatching, ada proses editing. Ini mungkin bagian complexnya.

Photo retouching itu gak haram, kok... kadang ada aja yang ngerasa kalau "fotonya di-photoshop ya". Malah ada lho pekerjaan "photo retoucher" karena memang tugas mereka adalah meng-enhance foto. Photoshop sendiri adalah software professional untuk photo editing / digital imaging, isinya gak cuma untuk ubah-ubah bentuk badan atau ngebeningin muka aja biar keliatan lebih flawless dan tirus, tapi Photoshop itu bener-bener powerful, gear-nya cuma hape tapi editingnya di photoshop, bisa dapet foto layaknya professional shots.

Jadi, it's safe to say that it's important to have Photoshop too.

Interest dong. Nah senang banget terbuka jadi pemahaman memang hal wajar dalm editing agar terlihat lebih indah namun dibatasi agar sekiranya masih mirip dengan real. Noted. Include notice as editor yg jadi job, bukan begitu teman-teman?

Selanjutnya penasaran bukan hal krusiqal saat proses editing, teh rissa pun berkata, “Jangan foto sekali lalu warnanya diubah-ubah setelahnya ngikutin warna shadesnya. Mau sebanyak apapun lipstiknya, harus dijalanin (swatch satu persatu). Selain itu, it's ok if you want to adjust the brightness of the photo, color correct warna lipstik, dihalusin pori-porinya, itu gak papa. Asal jangan overdo.

"Color correct" itu gak tau kenapa di beauty community kesannya kayak ngebohongin, padahal apa yang kita ingin tangkap di kamera, belum tentu bisa dihasilkan oleh kamera itu sendiri. Mau sebagus apapun lightingnya. 

Beberapa waktu lalu Michelle Phan (owner EM Cosmetics), pasang IG Story tentang dia lagi Color Correct swatches liquid lipsticknya. Itu wajar banget dan udah biasa juga untuk dilakukan. Intinya jangan overdo.

And then, dipersilakan untuk bertanya, akan aku rangkum ya agar kalian membacanya lebih mudah.

Lip swatcher, tidak jauh dari lips product and bibir always lalu fisik yg kodratnya pemberian, kalau teh rissa iasanya kalau editing foto swatches, correct warna dan pakai liquify kalau diperlukan.
Kemudian pastinya dengan skin tone yg sangat berhubungan. Menurut teh rissa, kalau maksudnya color correcting, itu kalau misalnya lightingnya ternyata terlalu terang, atau terlalu gelap, atau misal pas aku swatch warnanya kurang vibrant, atau kurang muted.

Ketika photo retouching, biasanya bawa sekalian sama lipstik-lipstiknya, lalu dipake lagi di bibir atau di swatch lagi di tangan untuk lihat warna seharusnya seperti apa di kulit. 

Source: lippielust

Dan sebisa mungkin, kalau mau pakai teknik (swatch ulang di bibir dan tangan), retouch foto swatchnya jangan di tempat gelap, malah lebih baik kalau pas siang hari. Makanya jarang edit foto swatch malem-malem.

Sebetulnya, tidak semua warna bisa cocok lipstick di bibir Rissa. 

Source: lippielust

Untuk foto swach fokus terhadap bibir, bagaimana publik mengenalnya, dan menurut teh rissa ya mengalir seperti itu aja tidak ada trik khusus. Selanjutnya untuk swatch ternyata harus perlu tunggu base pertama kering, kalau dilayer beberapa kali malah tidak bagus, ya tidak apa-apa untuk warna bright memang begitu. Terakhir sakral, watermark selalu hilang, sebagai one fighter tidak bisa mngurusi urusan sosial media, jadi notes untuk pemerintah agar mengedukasi khusunya konten digital.

Untuk swatch lip product yg formulanya luar biasa, take your time sehari dibawa santai saja untuk mendapatkan hasil yang maksimal dan penggunaan lip liner tidak diwajibkan sesuai keperluan.

Sekian ulasan tentang ngopscan. Banyak hal yang tanpa disadari ada preparation dibalik belakang layar dan proses hasil untuk mendapatkan maksimal oleh lip swatcher. Bisa belajar benar dengan yang expert dibidangnya sungguh membuat kamu selalu berkata, oh begitu ya, betul tidak? Yuk silahkan mampir ke blog teh rissa untuk lihat dunia lipen.

ngopcan 9.jpeg
Ngopi Cantik #9 BS

Semoga dapat membantu. Thanks for reading!

You May Also Like

2 komentar

  1. Wahh warnanya bagus2��

    BalasHapus
  2. Eh ini banyak bgt ilmunyaaa, makasih bnyk jd tau gmn caranya biar bisa nge swatch lipstick yg baik gmn. Spatau nnt dpt bnyk lipstick buat d review 😁😂😂

    BalasHapus